SAYA PINDAH !

Mulai 5 Maret 2015, blog dan tulisan-tulisan baru saya akan pindah ke blog :

https://analisishukum.wordpress.com/

atau

https://fzlr.wordpress.com/

 

Terima kasih

Fazlur Rahman AS

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Membangun Budaya Berasuransi

Oleh : Fazlur Rahman AS
Dibuat pada 31 Mei 2011 (Tugas Hukum Asuransi Program S1 Ilmu Hukum, Unlam, Banjarmasin)

 asuransi

Asuransi yang dalam bahasa Inggris disebut insurance dapat dimaknai sebagai suatu alat peralihan resiko. Meminjam pemikiran Sri Redjeki Hartono, asuransi dimaksudkan sebagai wahana untuk mengadakan peralihan resiko dari pihak yang satu tertanggung dialihkan kepada pihak lain yaitu penanggung (2001 : 72).

Selanjutnya dalam hukum positif mengartikan bahwa asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada seorang tertanggung dengan suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya atas suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu (Pasal 246 Kitab Undang – Undang Hukum KUHD). Baca lebih lanjut

Categories: Asuransi, Tulisan Saat S1 Ilmu Hukum | Tinggalkan komentar

Visit My Primary Weblog

Visit My Primary Weblog

Adalah website / blog pribadi Fazlur Rahman AS berisikan tabulasi fakta dan opini

ala Blog Van Banjar

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Belajar Pengantar Ilmu Hukum

Mata kuliah “Pengantar Ilmu Hukum” merupakan matkul yang memiliki bobot SKS paling tinggi (bersama dengan Pengantar Hukum Indonesia, Hukum Tata Negara, Hukum Perdata dan Hukum Pidana) di Fakultas Hukum, khususnya Universitas Lambung Mangkurat. Berhubungan dengan metode perkuliahan biasanya sama saja dengan mata kuliah lainnya, pada saat dulu saya menempuh mata kuliah ini tahun 2008 diajarkan oleh Bapak Riduan Syahrani, Djoni S Gozali, Mispansyah, Rahmida Erliyani dengan metode pengajaran tim dosen. Cara belajar yang paling baik adalah mendengarkan, memiliki slide presentasi dan mencatat atau paling tidak memahami penjelasan keempat dosen itu. Ada anggapan di mahasiswa angkatan kami, bahwa belajar untuk UAS/Final Tes nya cukup dari catatan kuliah saja, karena semua soalnya dari perkuliahan yang diberikan. Mungkin berbahagialah kalian yang mengikuti seluruh perkuliahan tanpa sekalipun absen, atau yang catatannya lengkap. Hehehe Baca lebih lanjut

Categories: Pengantar Ilmu Hukum | Tinggalkan komentar

Prinsip Tanggung Jawab

Sumber : Sukarmi, 2005, Unpad Bandung,  (disertasi), Tanggung Jawab Pelaku Usaha Atas Kerugian Konsumen Yang Disebabkan Oleh Perjanjian Baku (Standard Contract) Dalam Transaksi Elektronik

Prinsip tanggung jawab dalam hukum dapat dibedakan sebagai berikut :

1. Tanggung Jawab Berdasarkan Atas Unsur Kesalahan (Liability based on fault)

Prinsip tanggung jawab berdasarkan unsur kesalahan (liability based on fault) adalah prinsip yang cukup umum berlaku dalam hukum pidana dan perdata. Dalam KUHPdt, pasal 1365, 1366, 1367 prinsip ini dipegang secara teguh. Prinsip ini menyatakan seseorang baru dapat dimintakan pertanggungjawaban secara hukum jika ada unsur kesalahan yang dilakukannya.

Pasl 1365 KUHPdt yang dikenal sebagai pasal tentang PMH mengharuskan terpenuhinya empat unsur pokok, yaitu a) adanya perbuatan; b) adanya unsur kesalahan; c) adanya kerugian yang diderita; d) adanya hubungan kausalitas antara kesalahan dan kerugian Baca lebih lanjut

Categories: Asas Hukum, Perjanjian | Tinggalkan komentar

Teori Mengenai Kesepakatan/ Kehendak

Sumber : Mariam Darus Badrulzaman, dkk, Kompilasi Hukum Perikatan, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2001)

1. Teori Penawaran dan penerimaan (offer and acceptance)

Yang merupakan teori dasar dari adanya kesepakatan kehendak adalah teori “penawaran dan penerimaan”. Yang dimaksudkan adalah bahwa pada prinsipnya suatu kesepakatan kehendak baru terjadi setelah adanya penawaran (offer) dari salah satu pihak dan diikuti dengan penerimaan lamaran (acceptance) oleh pihak lain dalam kontrak tersebut. Teori ini diakui secara umum di setiap sistem hukum, sungguhpun pengembangan dari teori ini banyak dilakukan di negara-negara yang menganut sistem hukum common law. Baca lebih lanjut

Categories: Perjanjian, Teori Hukum | Tinggalkan komentar

Wat Is Rechtsteorie oleh Jan Gijjsels dan Marck Van Hoecke

Jan Gijssels – Mark Van Hoecke dalam bukunya tersebut menulis sebuah Bab yang diberi judul afbakening van de rechtsteorie yang dapat diartikan sebagai gambaran atau batasan-batasan teori hukum, dimana ia memaparkan bahwasanya terdapat hubungan sekaligus pembatasan antara rechtstheorie dengan rechtsdogmatiek dan antara rechtstheorie dengan rechtsfilosofie.

Rechtstheorie dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Teori Hukum, rechtsdogmatiek dapat diartikan sebagai Dogmatik Hukum, sedangkan rechtsfilosofie diartikan sebagai Filsafat Hukum. Gijssels dan Van Hoecke menjelaskan bahwa teori hukum merupakan disiplin mandiri yang perkembangannya dipengaruhi dan sangat terkait erat dengan ajaran hukum umum. Hal tersebut dapat dilihat bahwa teori hukum memiliki objek disiplin ilmu tersendiri, letaknya ada diantara dogmatik hukum dan filsafat hukum. Dimana dogmatik hukum dan filsafat hukum memiliki domain sendiri-sendiri dalam kajian hukum, serta teori hukum dipandang sebagai ilmu yang bebas nilai.

Letak teori hukum yang berada diantara dogmatik hukum dan filsafat hukum itulah yang menjadi titik telaah dalam tulisan ini. Adakah dan bagaimanakah hubungan antara teori hukum dengan dogmatik hukum dan filsafat hukum?

Berikut adalah petikan teks asli dari buku tersebut. Baca lebih lanjut

Categories: Bahasa Belanda, Teori Hukum | Tinggalkan komentar

Lunturnya Wawasan Kebangsaan di Indonesia (Telaah Kritis atas Kemandekan Hukum dalam Mengatur Masyarakat)

bendera_indonesia_74681d

Oleh : Fazlur Rahman AS, ditulis pada 6 November 2012

Tidak pernah berhenti dan lelahnya kita bersyukur mengingat-ingat kembali tentang apa yang dikaruniakan Tuhan Yang Maha Esa kepada kawasan tanah yang bernama Indonesia. Begitu indah dan kaya rayanya Indonesia, sampai-sampai melekat julukan “heaven earth” atau tanah surga. Tidak hanya keindahan alam dan segala sumber daya yang ada, tapi juga kekayaan berupa kebudayaan, bahasa, ras, etnis dan agama. Untuk itu diikatlah segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dalam suatu platform bersama yang disebut Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu, setidaknya hal ini bertahan selama 67 tahun lebih semenjak Indonesia menjadi negara yang merdeka dan berdaulat atas wilayahnya sendiri.

Tentu saja muncul berbagai macam diskursus mengenai kebhinnekaan yang terdapat di Indonesia. Untuk itu adalah hukum yang menjadi patron hidup bersama, hal ini tidak lepas dari kesepakatan para founding fathers untuk menjadikan Indonesia sebagai negara hukum, negara yang melandaskan seluk beluk kehidupan berdasarkan hukum. Hukum sejatinya menjadi tuntunan untuk menciptakan masyarakat yang diidam-idamkan, dengan bersandar pada tujuan hukum itu sendiri yaitu keadilan, kepastian dan kemanfaatan. Baca lebih lanjut

Categories: Sosiologi Hukum | Tinggalkan komentar

Meneropong Jalan Sang Pemberi Keadilan

20121115hakim agung - besar

Oleh : Fazlur Rahman AS, ditulis pada 20 November 2012

Demi Keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, itulah frase irah-irah yang selalu ada  dicantumkan dalam setiap putusan hakim di pengadilan.  Kalimat singkat namun penuh makna, yang senantiasa melandasi dan mendasari hakim dalam berbuat dan bertindak,yang  akan menuntun hakim untuk memberikan putusan dengan baik dan menjamin keadilan terjadi di masyarakat.

Akhir-akhir ini ada dua kasus yang dapat kita cermati, pertama kasus ditangkapnya seorang Hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Puji Wijayanto, terkait kasus narkoba yang membelitnya bersama dengan seorang rekan plus 4 (empat) wanita penghibur. Kasus kedua, adalah misteri mundurnya seorang Hakim Agung, Ahmad Yamani, dengan segala kontroversi yang berkembang pengunduran dirinya dipertanyakan terkait vonis hakim yang “berubah” dalam kasus narkoba yang melibatkan pemilik pabrik ekstasi di Surabaya.

Baca lebih lanjut

Categories: Sosiologi Hukum | Tinggalkan komentar

Review Buku “Hak Atas Air, Pro Rakyat”

buku rekonstruksi hak atas air suteki

Oleh : Fazlur Rahman AS, ditulis di Malang, 17 Juli 2012

Ketika mendarat di Bulan, Neill Armstrong bersama kru pesawat luar angkasa Apollo 11 pun berseru, “satu langkah kecil untuk kaki seorang manusia, namun merupakan sebuah lompatan besar bagi umat manusia”. Penelusuran umat adam berlanjut mencari kehidupan di tata surya, Mars pun menjadi sasaran berikutnya, para ilmuwan hendak menjadikan Mars sebagai tempat tinggal alternatif masa depan bagi manusia karena strukturnya yang mirip dengan Bumi, namun sampai dengan sekarang masih belum mampu dipecahkan karena masih ada perbedaan utama dengan Bumi. Sementara itu dalam film-film fiksi ilmiah yang berkaitan dengan luar angkasa seperti Battle of Los Angeles, invasi makhluk asing yang akrab disapa “alien” ke Bumi dikaitkan dengan salah satu sumber daya yang ada. Apakah yang menjadi alasan ilmuwan belum berhasil menjadikan Mars sebagai tempat tinggal bagi manusia? Lalu mengapa Alien dalam film fiksi ilmiah hendak menginvasi Bumi? Tidak lain jawabannya adalah Air. Baca lebih lanjut

Categories: Sumber Daya Alam & Lingkungan Hidup | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.